Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tahun Baru, Bacaan Baru (Review Cabacaapp)

aplikasi cabaca


Hai hai…

Apa kabar nih awal tahunnya ?

Semoga makin bersinar ya dibanding tahun sebelumnya. O iya btw udah lama banget nih nggak muncul di blog ini. Ya kemarin-kemarin muncul sih, tapi nggak bahas buku. Eh kasempan juga sekarang bahas buku lagi. Alhamdulillah ya bun.

Nah kali ini aku bahasnya ebook ni. Eh ada yang suka baca ebook nggak sih ? ya bener sih kalau dari segi kenyamanan mata si buku fisik emang lebih unggul. Tapi yang tau sih kalau ternyata bacaan dengan jenis ebook juga punya keunggulan. Diantaranya anti rusak, mudah dibawa, mudah ditandai, ramah lingkungan, nggak perlu takut kehabisan stock dan bisa atur kenyamanan.

Eh emang baca ebook dimana sih yang legal ? ini nih rekomendasi dari aku. Namanya aplikasi Cabaca. Disini ada banyak pilihan ebook berdasarkan genre yang kamu suka. Ada thriller, romance, horror, magical realism, dan ya ampun banyak banget dah. Aplikasi ini pun juga menyajikan banyak bacaan ebook yang gratis loh. Dan bagus. Aku udah baca.

Coba review dong salah satu judul bacaan yang kamu rekomedasiin ! Siap, dengan senang hati. Aku bara aja kelarin satu judul yaitu Heart from The Past

Review aplikasi cabaca


Blurb :

Bagi kebanyakan remaja yang baru lulus SMA, apa yang lebih buruk dari ditolak universitas impian setelah mengikuti semua ujian masuknya? Kegagalan demi kegagalan yang pada akhirnya memaksa kita untuk berhenti sejenak, menjalani gap year sembari belajar lebih keras lagi untuk mengikuti ujian tahun depan. Ya, aku—Kalisya Agung—mengalami itu. Bahkan, aku juga mengalami yang lebih buruk.

Ayahku ditangkap KPK. Rumah tempatku dibesarkan disita. Meski hidupku sudah banyak berubah sejak Ibu meninggal, rupanya kehidupan masih punya banyak kejutan untuk menimpaku dengan kesedihan. Setelah terusir dari tempat tinggalku sendiri, Bapak menitipkanku untuk tinggal di rumah Bu Lestari, salah seorang teman lamanya yang memiliki dua anak laki-laki. Tomi, yang masih kelas satu SMA, dan Timur, yang semester tiga jurusan Arsitektur.

Dengan kehadiran mereka, untuk kesekian kalinya hidupku dibolak-balik. Tak hanya dihadapkan pada masa depan dan segala hal tentang cita-cita yang belum pernah benar-benar kurangkai, tetapi juga masa lalu. Masa lalu yang mengintai kami semua seperti macan yang hendak menerkam dari belakang tanpa ampun. Masa lalu yang meremukkan hati, tetapi sekaligus menguatkannya.

Related post : Review Architecture 034

Review :

Satu yang jadi perhatianku setelah baca blurb diatas yaitu pribadi tangguh seorang anak. Berkat buku yang dikemas dalam bentuk digital, aku berhasil namatinnya Cuma sehari. Itu pun Cuma pas selang istirahat siang sama jam santai sore dan kelar dengan lancar. 

Mengisahkan hidup seorang perempuan yang baru saja ingin menyambung study, tapi malah disambut langkah yang kurang berpihak padanya. Kalisya, ia terpaksa pergi dari rumahnya yang disita karena ayahnya terlibat kasus dengan KPK. Anak malang. Bukannya dilindungi bersama keluarga lain malah ditiitp ke orang lain yang katanya adalah temannya. Terlepas dari kehidupan barunya, banyak harapan yang terkubur dan ingin segera ia temui.

Di keluarga barunya itulah ia hidup menjalani beberapa part berarti dalam hidupnya. Tentang kasih sayang ibu yang sudah lama tidak memeluknya dan kehangatan keluarga yang begitu terasa jauh selama ini. Timur dan Tomi kaka beradik yang menjadi partner keseharian Kalisya disana. Bahkan aku sendiri pun sebagai Kalisya kalau disuruh tinggal sementara bersama orang lain yang punya dua anak laki-laki bakal mikir dua kali sih. Tapi Kalisya beda, ia hidup seperlunya di rumah tersebut sambil banting tulang juga menghidupi diri. Siapa yang tau akan terlahir bibit-bibit cinta di rumah itu ? dari keluarga ini juga lah lahir semangat baru yang telah lama ia inginkan. Entah kenapa seolah ada yang mencuat dari dalam hatinya.

Related post : Tips Mengatasi Reading Slump

Kisah singkat yang aku tulis diatas jadi gambaran buat kamu buat baca buku ini. Menarik dan ringan. Konflik yang disajikan penulis nggak begitu berat. Memang awalnya pas dengan kasus si ayah aku pikir akan lahir konflik – konfik baru yang begitu menyudutkan tokoh utama. Tapi ini malah banting stir jadi cerita yang penuh dengan bumbu family life dan ada kocaknya juga. Bacaan yang seru. 

Plotnya juga nggak terkesan buru-buru. Santai tapi tetap berpegang teguh dengan jalan cerita yang semestinya. Dan endingnya pun aku suka. Kamu bisa baca sendiri deng nanti gimana endingnya hehe. Intinya buku ini nggak terkesan mellow sih. Makanya aku bisa kelar baca buku ini. 

Banyak banget sih yang bisa aku pelajari dari cerita ini. Hidup memang nggak ada yang tau, tapi nggak ada salahnya kita berharap dan dibarengi dengan usaha. Nggak ada yang nggak mungkin kok. Dan kebahagiaan yang melahirkan semangat aku rasa nggak pandang bulu atau tempat sih. Dengan siapa, dimana dan kapan pun kamu bisa mendapatkan yang namanya bahagia. Apalagi di tahun yang baru ini nih. Ada baiknya perbaiki semua biar jadi lebih baik lagi. Senang banget punya bacaan yang juga bisa ngasih semangat di tahun baru ini. Happy new year ya !

Eehhh jangan pergi dulu. Aku ada hadiah nih buat kamu yang udah mau baca reviewku ini. Ini nih hadiahnya…

GIVEAWAY

Aku akan bikin giveaway buat kamu yang udah mau baca review yang nggak seberapa ini. 

Syaratnya :

  1. Follow akun instagramku @widyaaa.ns dan @cabacaapp. Dan jangan unfoll ya habis giveaway ini ! wkwk
  2. Share info giveaway ini di akun instagrammu dengan mencantumkan link blog ini, tulis done dan jangan lupa tag aku ya. Cukup satu kali aja.
  3. Jawab pertanyaan : Apa harapanmu di tahun 2022 ini ?

Akan ada 3 orang yang akan mendapatkan Kerang Cabaca masing-masing senilai 50k.

Periode giveaway sampai 21 Januari 2022. Semoga kamu jadi pemenang beruntung yang menang giveaway ini yaa !


Posting Komentar untuk "Tahun Baru, Bacaan Baru (Review Cabacaapp)"